Breaking News

Hindarkan Anak Anda Kekurangan Gizi dan Gagal Fokus Dengan Sarapan Pagi


Sarapan merupakan kegiatan penting yang dilakukan di pagi hari. Sebab dengan sering melewatkan sarapan, anak-anak bisa kekurangan gizi.

Ketua Umum Pergizi Pangan, Profesor Dr Hardinsyah, MS, mengatakan bahwa 17-59 persen anak-anak sekolah tidak sarapan. “Tanpa makan pagi tanpa sarapan nggak mungkin kita bisa mewujudkan gizi seimbang. Tanpa kita makan beragam di pagi hari nggak bisa kita mewujudkan gizi seimbang,” ungkap Prof Hardin dalam acara temu media di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2017).

Sarapan adalah bagian penting sebelum menjalani aktivitas sehari-hari dan seharusnya bisa memenuhi sekitar seperempat kebutuhan gizi harian. Menurut Prof Hardin sarapan yang sehat seharusnya mengandung komposisi karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral.
Nah, dengan melewatkan sarapan atau sarapan seadanya tanpa mempertimbangkan nutrisinya, maka anak-anak berisiko kekurangan gizi. Apalagi Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebut bahwa kondisi kekurangan gizi masih terjadi pada 19,6 persen balita. Nah, hal ini menyebabkan masalah seperti terjadinya stunting atau tumbuh pendek.

Untuk menyadarkan pentingnya sarapan sehat tersebut Pergizi Pangan berencana melakukan sosialisasi pada lebih dari 26 ribu anak Sekolah Dasar di 11 kota sepanjang tahun 2017. Sosialisasi diberikan lewat media yang menarik untuk anak seperti komik dan cakram berisi informasi alternatif menu sarapan.

“Anak-anak ini diberikan komik tentang sarapan sehat, nanti kita minta mereka ceritakan kembali isi komik itu. Kalau bisa menceritakan kembali isi komik tanpa melihat berarti pesannya sudah sampai,” ungkap Prof Hardin.

Menurut Pergizi Pangan sekitar 7 dari 10 anak kekurangan gizi karena tidak sarapan. Hal ini dalam jangka pendek akan membuat anak kurang fokus saat belajar dan dalam jangka panjang menyebabkan pertumbuhannya terhambat.

Tidak ada komentar